Belum Ada Metode Pembelajaran yang Cocok

BerandaBekasi.com

Pengamat Pendidikan Kota Bekasi Tengku Imam Kobul Moh Yahya menyebut, selama proses PJJ berlangsung belum ada metode pembelajaran yang cocok diterapkan kepada peserta didik.

“Jalan delapan bulan ini kita lihat belum ada metode pembelajaran yang cocok untuk diterapkan kepada siswa,” ujarnya kepada Radar Bekasi Minggu, (15/11).

Selain itu, guru juga sudah merasa bosan sehingga tidak mampu berkreasi dalam proses PJJ yang telah berlangsung cukup lama. “PJJ ini bukan hanya memberikan rasa bosan untuk siswa, tapi kesulitan untuk berkreasi juga dialami oleh sejumlah guru,” imbuhnya.

Dengan permasalahan itu, kata dia, pemerintah hanya memberikan fasilitas kuota data internet. Namun tidak membekali guru sarana pembelajaran yang inovatif.

“Saat ini kan pemerintah hanya memberikan fasilitas kuota saja, bagaimana dengan sarana pembelajaran ataupun metodenya kan belum diberikan,” ungkapnya.

Imam menilai, hanya sedikit guru yang memiliki inovasi pembelajaran yang baik. Namun belum tentu semua siswa dapat mengikuti inovasi tersebut dengan baik. Oleh sebab itu, hingga kini belum ada metode pembelajaran yang benar-benar cocok.

“Sekarang gini, metode itu baik untuk guru. Tapi belum tentu dianggap baik oleh siswa, sebaliknya siswa menganggap metode itu baik, tapi belum tentu baik untuk gurunya. Selama 8 bulan ini belum ada kecocokan dalam proses PJJ secara daring,” tegasnya.

Menurutnya, jika proses PJJ ini masih akan terus berlanjut, maka dampak tidak baik akan terjadi. Salah satunya ialah proses penilaian siswa yang sangat tertinggal jauh.

“Dampak negatif pasti ada, jika PJJ ini tetap berlangsung. Salah satunya adalah standarisasi dalam penilaian, karena selama PJJ ini kan gak ada standar penilaian untuk siswa,” tukasnya.

Sementara, Guru SDN Jatimakmur V Kota Bekasi Zaenal mengaku bosan dan jenuh dengan proses PJJ. “Betul saya melihat dan saya sendiri merasakan mulai bosan dengan kegiatan PJJ yang monoton seperti ini,” ungkapnya.

Zaenal juga mengaku bingung untuk terus berkreasi lantaran terbentur dengan kondisi siswa yang memiliki kemampuannya bermacam-macam. “Kadang guru ingin memberikan pembelajaran yang menuntut kreativitas siswa dengan memberikan tugas proyek, tapi takut membebani siswa dan orangtua,” pungkasnya.

Sumber: Radar Bekasi

 

Latest news

Perut Bunyi Setelah Makan, ini Beberapa Alasan yang Perlu Diwaspadai Menurut SehatQ

BerandaBekasi.com - Perut bunyi setelah makan kerap kita anggap hal biasa atau mungkin karena kita kekenyangan. Secara medis, bunyi dari perut disebut...

Kemendag Perkuat Eksistensi Kopi Indonesia di Chicago dengan Pendekatan Dialog

BerandaBekasi.com - Chicago, 21 Agustus 2021 – Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chicago tengah menginisiasi penguatan eksistensi kopi Indonesia di Negeri Paman...

3 Hal yang Perlu Diketahui dari Daging Ayam

Daging ayam merupakan salah satu bahan makanan yang paling populer di Indonesia, bahkan diberbagai negara di dunia. Berbagai olahan makanan dengan bahan...

Soal Vaksinasi, Wali Kota: Harusnya Pemimpin Belakangan

BerandaBekasi.com - Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan seorang pemimpin mestinya masuk dalam kelompok paling akhir yang menerima vaksinasi Covid-19. Menurut dia, seharusnya yang diutamakan adalah para tenaga...

Related news

Perut Bunyi Setelah Makan, ini Beberapa Alasan yang Perlu Diwaspadai Menurut SehatQ

BerandaBekasi.com - Perut bunyi setelah makan kerap kita anggap hal biasa atau mungkin karena kita kekenyangan. Secara medis, bunyi dari perut disebut...

Kemendag Perkuat Eksistensi Kopi Indonesia di Chicago dengan Pendekatan Dialog

BerandaBekasi.com - Chicago, 21 Agustus 2021 – Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chicago tengah menginisiasi penguatan eksistensi kopi Indonesia di Negeri Paman...

3 Hal yang Perlu Diketahui dari Daging Ayam

Daging ayam merupakan salah satu bahan makanan yang paling populer di Indonesia, bahkan diberbagai negara di dunia. Berbagai olahan makanan dengan bahan...

Soal Vaksinasi, Wali Kota: Harusnya Pemimpin Belakangan

BerandaBekasi.com - Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan seorang pemimpin mestinya masuk dalam kelompok paling akhir yang menerima vaksinasi Covid-19. Menurut dia, seharusnya yang diutamakan adalah para tenaga...