KPU Kota Bekasi Mulai Siapkan Atribut Kampanye Pilkada 2018

Beranda Bekasi – Komisi Pemilihan Umum Kota Bekasi, Jawa Barat, mengambil bagian dalam proses pembuatan alat peraga kampanye pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang akan tampil di Pilkada serentak 2018.

“Sebab belum tentu semua pasangan calon didukung dana besar untuk operasional kampanyenya, sehingga KPU turun tangan menyiapkan atribut kampanye demi memberikan keadilan,” kata Ketua KPU Kota Bekasi Ucu Asmarasandi yang dilansir dari Kantor Berita Antara, Bekasi, Kamis.

Menurut dia, hal tersebut merupakan amanat Undang-undang Pemilu yang harus dilaksanakan penyelenggara pemilihan di setiap wilayah.

Penyiapan atribut kampanye ini, kata dia, dilakukan setelah ditetapkannya nomor urut pasangan calon kandidat Pilkada Kota Bekasi.

Sejumlah atribut peraga kampanye yang disiapkan KPU setempat berupa baliho, spanduk, hingga pamflet yang akan disebarluaskan kepada masyarakat.

“Baliho dan spanduk akan ditempatkan di titik-titik keramaian yang banyak dilalui warga agar pesan sosialisasinya sampai,” katanya.

Ucu menambahkan, meskipun atribut kampanye disiapkan oleh KPU, akan tetapi perawatannya diserahkan kepada tim dari masing-masing kandidat.

“Jika ada atribut yang rusak bisa diganti menggunakan biaya kampanye paslon bersangkutan,” katanya.

Dikatakan Ucu, kandidat diperbolehkan membuat atributnya sendiri untuk keperluan pembagian saat menggelar pertemuan tertutup atau kampanye terbuka yang melibatkan massa.

“Sosialisasi di media massa pun diperkenankan, asalkan dilaporkan ke KPU karena itu merupakan bentuk kampanye,” katanya.

DPRD Berharap Bekasi Jadi Kota Bebas Banjir 2020

Beranda Bekasi – Murfati Lidyanto Lie, Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi Gerindra, mengharapkan Pemerintah Kota Bekasi mulai mencanangkan Kota Bekasi tahun 2020 Kota bebas banjir.

Persoalan banjir di Kota Bekasi menjadi keluhan masyarakat setiap tahunnya. Seharusnya program banjir harus jadi program primadona di Kota Bekasi.

“Dalam 3 tahun terakhir sejak tahun 2014 sampai tahun 2017 banjir di wilayah Kota Bekasi yang benar-benar teratasi adalah Harapan Indah Kelurahan Pejuang dan sekitarnya sudah 50 persen teratasi,” kata Murfati kepada wartawan, kemarin.

Murfati yang juga anggota Komisi III mengatakan, DPRD Kota Bekasi turut serta mengawasi pembangunan kota Bekasi dengan konsentrasi pokok pikirnya ke pembangunan saluran air seluruh Kota Bekasi.

“Saya yakin dengan 50 anggota DPRD Kota Bekasi punya misi yang sama akan cepat merubah wajah Kota Bekasi menjadi kota yang bebas banjir dan kota yang bersih dan memiliki 1000 taman ,” ujarnya.

Murfati menambahkan, dengan mengkalkulasi anggaran untuk pembangunan peninggian jembatan, mendesain saluran air ke tempat pembuangan terakhir dan menurap seluruh kali serta mengeruk kedalaman hingga 7 meter kedalam kali Kota bekasi memerlukan konsultan yang serius dan mengerti masalah banjir.

“Kalau bisa, Pemkot Bekasi gandeng konsultan dari Belanda kalau memang kita belum memiliki tenaga ahli di bidang banjir,” tandasnya.