Soal Vaksinasi, Wali Kota: Harusnya Pemimpin Belakangan

BerandaBekasi.com – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan seorang pemimpin mestinya masuk dalam kelompok paling akhir yang menerima vaksinasi Covid-19.

Menurut dia, seharusnya yang diutamakan adalah para tenaga kesehatan.

“Harusnya pemimpin itu belakangan, tidak mementingkan kepentingan, bahwa pemimpin harus divaksin dulu, sementara nakesnya belakangan” kata Rahmat dalam keterangannya, Jumat (8/1) malam.

Pepen, sapaan akrabnya menuturkan, proses vaksinasi yang rencananya akan dimulai serentak pada 13-14 Januari tidak dilihat dalam sudut pandang takut atau tidak takut.

Menurut dia, vaksinasi mestinya dilihat dalam sudut pandang pihak yang paling mementingkan, misalnya para tenaga kesehatan (nakes).

“Yang penting dulu siapa yang berhubungan setiap hari dengan pandemi, berarti tenaga nakes,” katanya.

“Kalau saya ngambil jatah tenaga nakes satu untuk kepentingan saya, berarti saya sudah mengurangi siapa yang paling membutuhkan,” tambahnya.

Namun demikian, Pepen mengaku tetap bersedia bila harus menjadi pihak atau kelompok pertama yang akan disuntik vaksin. Meski begitu, ia meminta agar kuota vaksin lebih dulu diutamakan kepada para tenaga kesehatan.

“Kalau nanti ternyata antara kuota dengan kuantiti yang ada dari nakes itu terpenuhi dan masih ada space (ruang), tentunya bisa dipakai untuk kegiatan-kegiatan vaksinasi yang akan kita tetapkan selanjutnya,” katanya.

Kota Bekasi total menerima 11.983 dosis dari total 500 ribu dosis vaksin yang diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pihaknya saat ini masih menunggu masukan dari Dinas Kesehatan untuk memulai proses vaksinasi.

Sumber: CNN Indonesia

Latest news

4 Spesifikasi Laptop untuk Content Creator, Wajib Baca!

BerandaBekasi.com - Menjadi youtuber, selebgram, atau blogger adalah pekerjaan impian anak-anak muda karena mereka bisa bekerja tanpa harus terikat waktu di kantor. Content creator...

KPK Periksa 4 Pejabat Pemkab di Polda Sumut, Terkait Kasus Suap Bupati Langkat

BerandaBekasi.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat pejabat di Pemerintahan Kabupaten Langkat, dalam kasus suap pengadaan barang dan jasa, Jumat...

Hadapi Kegagalan dengan 5 Langkah Bangkit dari Penyesalan ini

BerandaBekasi.com - Setiap orang pastinya memiliki penyesalan di masa lalu. Baik itu terkait keluarga, teman, kekasih, pekerjaan, dan berbagai jenis penyesalan lainnya...

Perut Bunyi Setelah Makan, ini Beberapa Alasan yang Perlu Diwaspadai Menurut SehatQ

BerandaBekasi.com - Perut bunyi setelah makan kerap kita anggap hal biasa atau mungkin karena kita kekenyangan. Secara medis, bunyi dari perut disebut...

Related news

4 Spesifikasi Laptop untuk Content Creator, Wajib Baca!

BerandaBekasi.com - Menjadi youtuber, selebgram, atau blogger adalah pekerjaan impian anak-anak muda karena mereka bisa bekerja tanpa harus terikat waktu di kantor. Content creator...

KPK Periksa 4 Pejabat Pemkab di Polda Sumut, Terkait Kasus Suap Bupati Langkat

BerandaBekasi.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat pejabat di Pemerintahan Kabupaten Langkat, dalam kasus suap pengadaan barang dan jasa, Jumat...

Hadapi Kegagalan dengan 5 Langkah Bangkit dari Penyesalan ini

BerandaBekasi.com - Setiap orang pastinya memiliki penyesalan di masa lalu. Baik itu terkait keluarga, teman, kekasih, pekerjaan, dan berbagai jenis penyesalan lainnya...

Perut Bunyi Setelah Makan, ini Beberapa Alasan yang Perlu Diwaspadai Menurut SehatQ

BerandaBekasi.com - Perut bunyi setelah makan kerap kita anggap hal biasa atau mungkin karena kita kekenyangan. Secara medis, bunyi dari perut disebut...