Kunjungan ke Mal Bekasi Mengalami Kenaikan 70%

Beranda Bekasi – Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Cabang Bekasi, Jawa Barat, mencatat adanya lonjakan jumlah pengunjung hingga 70 persen di sejumlah pusat perbelanjaan atau mal di wilayah setempat selama libur Natal 2017 dan jelang Tahun Baru 2018.

“Lonjakan pengunjung pusat perbelanjaan ini mulai nampak sejak Sabtu (23/12) dan diprediksi terus meningkat hingga 1 Januari 2018,” kata Ketua Dewan Pengurus Cabang APPBI Bekasi Djaelani yang dilansir dari Kantor Berita Antara.

Lonjakan jumlah pengunjung itu, menurut dia, terpantau oleh pihaknya di 18 pusat perbelanjaan di wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi yang masuk dalam keanggotaan APPBI Bekasi.

Mayoritas pengunjung, dikemukakannya, memanfaatkan momentum libur kali ini dengan menyasar sejumlah layanan dari penyewa (tenant) mal, di antaranya yang bergerak di bidang usaha fesyen, kuliner dan bioskop.

“Libur kali ini juga berbarengan dengan libur sekolah, sehingga sejumlah tenant yang bergerak pada bidang penjualan mainan anak maupun wahana permainan juga mengalami lonjakan konsumen,” katanya.

Namun demikian, pihaknya belum mengalkulasi prediksi besaran nilai transaksi konsumen di 18 pusat perbelanjaan di wilayah Bekasi.

“Kami belum hitung berapa nilai transaksinya, karena hasil penjualan produk mereka dihitung secara internal perusahaan. Setiap pusat perbelanjaan memiliki nilai transaksi yang berbeda-beda. Yang pasti, peningkatan transaksi itu berkorelasi dengan tingkat kunjungan,” katanya.

Secara terpisah, Manajer Marketing Komunikasi Grand Metropolitan Mal Bekasi Farid Syahputra mengatakan ratusan penyewa di lokasi kerjanya saat ini telah menjadi tujuan wisata bagi masyarakat di wilayah Bekasi dan sekitarnya untuk mengisi waktu libur Natal dan menjelang Tahun Baru 2018.

“Hari ini tingkat kunjungan masyarakat bagus. Lonjakannya bisa sampai tiga kali lipat dari hari normal,” katanya.

Dia memgasumsikan, tingkat kunjungan pada hari normal berdasarkan valume parkiran kendaraan roda dua dan roda empat mencapai rata-rata 4.000 hingga 5.000 unit kendaraan.

“Bila satu kendaraan kita hitung berisi minimal tiga orang, maka kunjungan hari ini dikalikan tiga,” katanya.

Mayoritas pengunjung, dinyatakannya, menyasar aktivitas berbelanja dengan memanfaatkan diskon hingga 70 persen yang disiapkan tenant.

Jumlah penyewa di mal yang berlokasi di Jalan KH Noer Alie, Kalimalang, itu mencapai 130 atau sekira 97 persen dari peruntukan yang tersedia.

Pengunjung mal juga menyasar bioskop untuk menikmati tayang baru perfilman nasional dan luar negeri yang diputar perdana di wilayah itu.

“Saat ini ada tayangan baru, seperti ‘Ayat-Ayat Cinta 2’ dan ‘Jumanji,” pungkas Farid Syahputra.

Muaragembong Bakal Jadi Wisata Pesisir Pada Tahun 2022

Beranda Bekasi – Pengembangan sektor pariwisata budaya dan alam di pesisir laut Muaragembong ditargetkan Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, bisa sepenuhnya terwujud paling lambat 2022.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi Agus Trihono seperti yang dilansir dari Kantor Berita Antara, menyampaikan sedikitnya ada 300 hektar hutan mangrove di pesisir Pantai Muaragembong sebagai skala prioritas pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Bekasi yang sedang kita kembangkan.

“Kawasan tersebut memiliki potensi kuat dari sisi budaya masyarakat setempat serta alamnya yang bisa dikembangkan menjadi destinasi wisatawan dalam dan luar negeri,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Agus, sektor pariwisata laut tersebut saat ini telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) daerah yang mulai dikembangkan mulai 2017 hingga 2022.

“Ada dua target yang kita sasar saat ini untuk merealisasikan destinasi pariwisata Muaragembong, yakni pembenahan pada objek wisatanya dan upaya menjadikan potensi alam dan budaya di sana sebagai magnet bagi wisatawan,” katanya.

Upaya pembenahan objek wisata dilakukan pihaknya dengan melibatkan sejumlah unsur terkait dari kalangan konsultan pariwisata hingga pelibatan kalangan perusahaan yang berdomisili di Kabupaten Bekasi untuk kebutuhan pendanaan kegiatan melalui Dana Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan (CSR).

Salah satu objek wisata yang kini tengah digarap pihaknya adalah keberadaan 300 hektare lahan mangrove di Dusun 1 Kampung Muarajaya RT 01/RW01 Desa Pantaimekar, Kecamatan Muaragembong.

“Lokasi tersebut memiliki kekayaan flora dan fauna di antaranya habitat bagi tumbuh kembang mangrove jenis sonneratia caseolaris atau pidada dan aveicennia alba atau piapi.

Sejumlah fauna juga telah lebih dulu menjadikan hutan mangrove itu sebagai habitat mereka di antaranya lutung jawa, raja udang juhu dan beragam varian burung.

Pihaknya telah melibatkan sejumlah tim ahli dari Universitas Diponegoro Semarang sebagai konsultan pengembangan pariwisata Ekowisata Hutan Mangrove sejak Agustus 2017.

Selain itu, kerja sama dengan PT Pertamina EP Asset 3 Tambun Field juga dibangun untuk kepentingan pendanaan kegiatan pengembangan hutan mangrove.

Pada 2017, kata dia, PT Pertamina EP telah menggelontorkan dana CSR-nya berkisar Rp310 juta untuk mendanai kegiatan tersebut.

Pihaknya juga berencana menjadikan kawasan itu sebagai magnet destinasi tujuan wisata asing dan dalam negeri melalui serangkaian kegiatan kebudayaan masyarakat setempat.

“Ada sekitar 180 kepala keluarga di kawasan itu yang akan kita libatkan dalam agenda Festival Muaragembong pada 2018. Kegiatan ini akan kita gelar secara besar-besaran untuk diekspos kepada publik dari segi wisatanya,” katanya.

Meski objek wisata tersebut baru mencapai tahap pengembangan 40 persen, namun beragam pembenahan terus dilakukan pihaknya.

“Pembangunan akses jalan baru sedang kita upayakan agar memperbanyak jaringan jalan yang bisa menghubungkan sejumlah kawasan menuju Muaragembong.?

“Kita bisa mengundang wisatawan mancanegara datang ke Muaragembong. Tugas berat kita menempatkan daerah pesisir ini menjadi magnet dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri,” katanya.

KPU Kota Bekasi Mulai Siapkan Atribut Kampanye Pilkada 2018

Beranda Bekasi – Komisi Pemilihan Umum Kota Bekasi, Jawa Barat, mengambil bagian dalam proses pembuatan alat peraga kampanye pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang akan tampil di Pilkada serentak 2018.

“Sebab belum tentu semua pasangan calon didukung dana besar untuk operasional kampanyenya, sehingga KPU turun tangan menyiapkan atribut kampanye demi memberikan keadilan,” kata Ketua KPU Kota Bekasi Ucu Asmarasandi yang dilansir dari Kantor Berita Antara, Bekasi, Kamis.

Menurut dia, hal tersebut merupakan amanat Undang-undang Pemilu yang harus dilaksanakan penyelenggara pemilihan di setiap wilayah.

Penyiapan atribut kampanye ini, kata dia, dilakukan setelah ditetapkannya nomor urut pasangan calon kandidat Pilkada Kota Bekasi.

Sejumlah atribut peraga kampanye yang disiapkan KPU setempat berupa baliho, spanduk, hingga pamflet yang akan disebarluaskan kepada masyarakat.

“Baliho dan spanduk akan ditempatkan di titik-titik keramaian yang banyak dilalui warga agar pesan sosialisasinya sampai,” katanya.

Ucu menambahkan, meskipun atribut kampanye disiapkan oleh KPU, akan tetapi perawatannya diserahkan kepada tim dari masing-masing kandidat.

“Jika ada atribut yang rusak bisa diganti menggunakan biaya kampanye paslon bersangkutan,” katanya.

Dikatakan Ucu, kandidat diperbolehkan membuat atributnya sendiri untuk keperluan pembagian saat menggelar pertemuan tertutup atau kampanye terbuka yang melibatkan massa.

“Sosialisasi di media massa pun diperkenankan, asalkan dilaporkan ke KPU karena itu merupakan bentuk kampanye,” katanya.

DPRD Berharap Bekasi Jadi Kota Bebas Banjir 2020

Beranda Bekasi – Murfati Lidyanto Lie, Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi Gerindra, mengharapkan Pemerintah Kota Bekasi mulai mencanangkan Kota Bekasi tahun 2020 Kota bebas banjir.

Persoalan banjir di Kota Bekasi menjadi keluhan masyarakat setiap tahunnya. Seharusnya program banjir harus jadi program primadona di Kota Bekasi.

“Dalam 3 tahun terakhir sejak tahun 2014 sampai tahun 2017 banjir di wilayah Kota Bekasi yang benar-benar teratasi adalah Harapan Indah Kelurahan Pejuang dan sekitarnya sudah 50 persen teratasi,” kata Murfati kepada wartawan, kemarin.

Murfati yang juga anggota Komisi III mengatakan, DPRD Kota Bekasi turut serta mengawasi pembangunan kota Bekasi dengan konsentrasi pokok pikirnya ke pembangunan saluran air seluruh Kota Bekasi.

“Saya yakin dengan 50 anggota DPRD Kota Bekasi punya misi yang sama akan cepat merubah wajah Kota Bekasi menjadi kota yang bebas banjir dan kota yang bersih dan memiliki 1000 taman ,” ujarnya.

Murfati menambahkan, dengan mengkalkulasi anggaran untuk pembangunan peninggian jembatan, mendesain saluran air ke tempat pembuangan terakhir dan menurap seluruh kali serta mengeruk kedalaman hingga 7 meter kedalam kali Kota bekasi memerlukan konsultan yang serius dan mengerti masalah banjir.

“Kalau bisa, Pemkot Bekasi gandeng konsultan dari Belanda kalau memang kita belum memiliki tenaga ahli di bidang banjir,” tandasnya.